Tampilkan postingan dengan label Pengembangan Diri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengembangan Diri. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 Juli 2012

BOSAN HIDUP

Seorang pria mendatangi Sang Master, "Guru, saya sudah bosan hidup. Sudah jenuh betul. Rumah tangga saya berantakan. Usaha saya kacau. Apapun yang saya lakukan selalu berantakan. Saya ingin mati."



Sang Master tersenyum, "Oh, kamu sakit."

"Tidak Master, saya tidak sakit. Saya sehat. Hanya jenuh dengan kehidupan. Itu sebabnya saya ingin mati."



Seolah-olah tidak mendengar pembelaannya, sang Master meneruskan, "Kamu sakit. Dan penyakitmu itu sebutannya, 'Alergi Hidup'. Ya, kamu alergi terhadap kehidupan."



Banyak sekali di antara kita yang alergi terhadap kehidupan. Kemudian, tanpa disadari kita melakukan hal-hal yang bertentangan dengan norma kehidupan. Hidup ini berjalan terus. Sungai kehidupan mengalir terus, tetapi kita menginginkan status-quo. Kita berhenti di tempat, kita tidak ikut mengalir. Itu sebabnya kita jatuh sakit. Kita mengundang penyakit. Resistensi kita, penolakan kita untuk ikut mengalir bersama kehidupan membuat kita sakit.



Yang namanya usaha, pasti ada pasang-surutnya. Dalam hal berumah-tangga, bentrokan-bentrokan kecil itu memang wajar, lumrah. Persahabatan pun tidak selalu langgeng, tidak abadi. Apa sih yang langgeng, yang abadi dalam hidup ini? Kita tidak menyadari sifat kehidupan. Kita ingin mempertahankan suatu keadaan. Kemudian kita gagal, kecewa dan menderita.



"Penyakitmu itu bisa disembuhkan, asal kamu ingin sembuh dan bersedia mengikuti petunjukku." demikian sang Master.

"Tidak Guru, tidak. Saya sudah betul-betul jenuh. Tidak, saya tidak ingin hidup." pria itu menolak tawaran sang guru.

"Jadi kamu tidak ingin sembuh. Kamu betul-betul ingin mati?"

"Ya, memang saya sudah bosan hidup."

"Baik, besok sore kamu akan mati. Ambillah botol obat ini. Setengah botol diminum malam ini, setengah botol lagi besok sore jam enam, dan jam delapan malam kau akan mati dengan tenang."



Giliran dia menjadi bingung. Setiap Master yang ia datangi selama ini selalu berupaya untuk memberikannya semangat untuk hidup. Yang satu ini aneh. Ia bahkan menawarkan racun. Tetapi, karena ia memang sudah betul-betul jenuh, ia menerimanya dengan senang hati. Pulang kerumah, ia langsung menghabiskan setengah botol racun yang disebut "obat" oleh Master edan itu. Dan, ia merasakan ketenangan sebagaimana tidak pernah ia rasakan sebelumnya. Begitu rileks, begitu santai! Tinggal 1 malam, 1 hari, dan ia akan mati. Ia akan terbebaskan dari segala macam masalah. Malam itu, ia memutuskan untuk makan malam bersama keluarga di restoran yang paling enak dan mahal. Sesuatu yang sudah tidak pernah ia lakukan selama beberapa tahun terakhir. Pikir-pikir malam terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis. Sambil makan, ia bersenda gurau. Suasananya santai banget!



Sebelum tidur, ia mencium bibir istrinya dan membisiki di kupingnya, "Sayang, aku mencintaimu." Karena malam itu adalah malam terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis! Esoknya bangun tidur, ia membuka jendela kamar dan melihat ke luar. Tiupan angin pagi menyegarkan tubuhnya. Dan ia tergoda untuk melakukan jalan pagi. Pulang kerumah setengah jam kemudian, ia menemukan istrinya masih tertidur. Tanpa membangunkannya, ia masuk dapur dan membuat 2 cangkir kopi. Satu untuk dirinya, satu lagi untuk istrinya. Karena pagi itu adalah pagi terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis! Sang istripun merasa aneh sekali. "Selama ini, mungkin aku salah. Maafkan aku, sayang."



Di kantor, ia menyapa setiap orang, bersalaman dengan setiap orang. Stafnya pun bingung, "Hari ini, Boss kita kok aneh ya?"

Dan sikap mereka pun langsung berubah. Mereka pun menjadi lembut. Karena siang itu adalah siang terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis! Tiba-tiba, segala sesuatu di sekitarnya berubah. Ia menjadi ramah dan lebih toleran, bahkan apresiatif terhadap pendapat-pendapat yang berbeda. Tiba-tiba hidup menjadi indah. Ia mulai menikmatinya.




Pulang kerumah jam 5 sore, ia menemukan istri tercinta menungguinya di beranda depan. Kali ini justru sang istri yang memberikan ciuman kepadanya, "Sayang, sekali lagi aku minta maaf, kalau selama ini aku selalu merepotkan kamu."

Anak-anak pun tidak ingin ketinggalan, "Pi, maafkan kami semua. Selama ini, Papi selalu stres karena perilaku kami."

Tiba-tiba, sungai kehidupannya mengalir kembali. Tiba-tiba, hidup menjadi sangat indah. Ia mengurungkan niatnya untuk bunuh diri.

Tetapi bagaimana dengan setengah botol yang sudah ia minum, sore sebelumnya? Ia mendatangi sang Guru lagi. Melihat wajah pria itu, rupanya sang Guru langsung mengetahui apa yang telah terjadi, "Buang saja botol itu. Isinya air biasa. Kau sudah sembuh, Apa bila kau hidup dalam kekinian, apabila kau hidup dengan kesadaran bahwa maut dapat menjemputmu kapan saja, maka kau akan menikmati setiap detik kehidupan. Leburkan egomu, keangkuhanmu, kesombonganmu. Jadilah lembut, selembut air. Dan mengalirlah bersama sungai kehidupan. Kau tidak akan jenuh, tidak akan bosan. Kau akan merasa hidup. Itulah rahasia kehidupan. Itulah kunci kebahagiaan. Itulah jalan menuju ketenangan."



Pria itu mengucapkan terima kasih dan menyalami Sang Guru, lalu pulang ke rumah, untuk mengulangi pengalaman malam sebelumnya. Konon, ia masih mengalir terus. Ia tidak pernah lupa hidup dalam kekinian. Itulah sebabnya, ia selalu bahagia, selalu tenang, selalu hidup.

*sumber: email yahoogroup QLT*


- Posted using BlogPress from my iPad

Senin, 30 April 2012

Semua peristiwa yang terjadi pasti alasannya..

Mungkin kita sering banget denger kalimat ini..

"Tidak ada yang namanya kebetulan.."
"Semua peristiwa yang terjadi pasti alasannya.."

Kebetulan yang baru terjadi adalah ketika gw memutuskan untuk kembali meneruskan membaca Quantum Life Transformation karangan Adi W. Gunawan.. Karena sempat beberapa hari berhenti membaca, seperti biasa gw selalu balik membaca beberapa halaman sebelum letak si pembatas buku.. untuk sekedar mengingatkan sampai dimana kemarin..

Di sela-sela sedang mengulang, tiba-tiba ada bbm masuk.. dan seperti biasa lagi.. setelah mengecek bbm, biasanya mengecek twitter.. ada sebuah artikel yang di retweet oleh seorang kawan yang berjudul "Saya takut hidup di Jakarta.." Iseng, buka agh..

Setelah membaca, ternyata isinya adalah 3 peristiwa yang tidak mengenakan yang dialami oleh sang penulis yang semuanya berakhir dengan keributan..

Dan setelah membaca artikel tersebut, gw langsung inget pada bacaan gw (yang mengulang tadi).. Ada pernyataan..
"Setiap kejadian yang kita alami sebenernya bersifat netral. Pikiran kitalah yang memberi makna pada kejadian itu. Makna ini bisa positif dan bisa negatif.." 
Dan di saat yang sama, gw teringat lagi tulisan gw beberapa hari yang lalu tentang Ya, udah..

Seperti tersadarkan, bener juga.. Seandainya penulis tersebut bereaksi mengalah saja.. dan "Ya, udah".. mungkin semua keributan bisa terhindari.. dan perasaan negatif yang sekarang dirasakan sang penulis itu mungkin tidak ada..
Seandainya si penulis hanya "Ya, udah".. tapi tetap mengambil manfaat atau pelajaran dari kejadian tersebut, bahwa lebih baik bersabar daripada membuang waktu dan jadi bad mood.. atau pelajaran apapun lah..
Tapi mungkin juga, dengan tulisan tersebut dapat menyadarkan beberapa orang, mungkin guru, orangtua, pembina pramuka, pemimpin agama dan beberapa pemimpin di negeri ini.. untuk menjadikan peristiwa ini sebagai contoh yang tidak baik.. Sehingga kerugian yang dialami sang penulis tidak terulang pada oranglain..
Dan mungkin itu alasan peristiwa tersebut terjadi pada sang penulis.. sebagai pembelajaran untuk diri sendiri dan untuk orang lain..


Kebetulan-kebetulan yang menarik.. 
kalau tidak ada bbm masuk dan tidak jadi buka twitter..
dan mungkin artikel tersebut berlalu begitu saja, tidak terbaca.. 
atau mungkin artikel tersebut tetap terbaca tapi tidak nyambung dengan pernyataan dalam buku itu karena mungkin gw dah lupa.. 


Senin, 23 April 2012

Ho'oponopono...

Sekedar berbagi..
Tentang buku berjudul Zero Limit, ttg seorg dokter terapis yg menyembuhkan lbh dr 30 org pasien sakit mental tanpa pernah ketemu.. Teknik yang dipakai Ho'oponopono.. Teknik ini berasal dari teknik Hawaii kuno..


Dasar dari Ho'oponopono adalah bahwa semua masalah (penyakit, perasaan tidak suka dll) berawal dari dalam diri kita.. Semua hal yang kita tidak suka merupakan proyeksi dalam diri kita.. Semua masalah ada di dalam kita, bukan pada orang lain..
Ho'oponopono adalah teknik membersihkan memori dari pengalaman yang tidak enak, sehingga mempengaruhi reaksi kita dalam melihat sesuatu.. Dan pada akhirnya terjadilah masalah.. Bahkan penyakit..
Ho'oponopono adalah teknik self-healing..
Tekniknya hanya bayangkan masalah, penyakit atau orang yang sedang dalam masalah (menurut kita) lalu ucapkan terus menerus dengan sungguh-sungguh:
"I Love U, I'm sorry, Please forgive me, Thank you"..


Ajaib.. Tanpa pernah bertemu pasiennya, dokter tersebut hanya membayangkan pasiennya dan pasien tersebut sembuh..
Memang ga masuk akal.. Tetapi sudah terbukti manjur..
Buat yg tertarik untuk tahu lebih dalam, bisa baca buku Zero Limit by Joe Vitale.. Atau browsing ttg teknik ini..
Tidak ada salahnya mencoba.. siapa tau yang sedang stress dengan pekerjaan, rekan kerja, kuliah, pasangan, penyakit, keluarga.. Smua bisa sembuh..
Regards
Lea..

Sabtu, 21 April 2012

Ya udah..

Kadang gw suka heran dengan orang yang bisa nyantai banget dalam hal nyetir.. Mungkin bukan nyantai kata-kata tepatnya.. tapi tenang..

Ketemu angkot yang nyebelin, motor yang ga jelas, becak yang ngelawan arah, macet dll.. Mereka kayanya tenang-tenang aja dan santai dalam ngadepin semua itu..

Kadang memang suka sekali-kali pencet klakson atau hanya sekedar memberi komentar dan geleng-geleng sama kelakuan pengguna jalan yang ajaib.. Tapi setelah itu ya udah..

Sedangkan kalo gw.. klakson panjang, umpatan, trus langsung berencana balas dendam.. Gw pepet kek, kalo ga gw plototin.. pokoknya negatif banget deh..

Source: 9GAG

Setelah dipikir-pikir.. Ini kali ya yang namanya sabar..
Dan kebetulan hal tentang nyetir ini juga sempat di mention di Buku Happiness Inside yang lagi gw baca..

Mungkin orang-orang yang bisa santai dalam hal nyetir ini, tidak secara sengaja bersabar ketika sedang nyetir.. tetapi cara mereka menghadapi para pengguna jalan lah yang berbeda..

Ya, mungkin mereka sama terganggunya sama gw..
Tapi mereka tidak melihat hal itu sebagai masalah..
Mungkin setelah hanya memencet klakson ata geleng-geleng kepala..
Dan..
Ya udah..
Lalu mereka melanjutkan nyetir lagi..

Tidak ada pikiran negatif untuk balas dendam atau (ekstrimnya) menyumpahin biar celaka dll.. Yang mereka hanya bereaksi dan.. ya udah.. selesai..

Bener juga sih, kadang kalo reaksi kita berlanjut dengan marah.. Dan kemudian malah merusak mood, menambah stress.. Yang rugi adalah kita sendiri..

Pengguna jalan yang ngaco itu ya tetap saja bakal seperti itu.. Macet ya tetap macet.. Ga akan ada perubahan.. Yang berubah adalah mood kita.. Yang rugi atau disakiti ya kita sendiri..

Setelah diingat-ingat.. Bener juga.. Beberapa kali gw ngerusak mood gw hanya gara-gara ketemu pengguna jalanyang seenaknya.. Mood tersebut terbawa ke kampus.. Karena masih kesel, jadi kesel ke teman.. Kesel ke teman, dibawa ke rumah.. Ketemu pacar masih dalam kesel.. Hasilnya jadi Bad Day banget..

Akhirnya gw coba mempraktekkan cara "ya udah.." ini..
Kalo ada yang minta jalan, kalo masih memungkinkan, ya dikasih.. Toh, ga bikin gw makin cepet juga.. Ya udah..
Ketemu motor seenaknya, tarik napas atau sekedar geleng-geleng.. dan.. Ya udah..
Ketemu macet, ya udah alihkan perhatian ke yang lain.. Ngoprek radio atau apapun yang tidak ganggu nyetir..

Hasilnya lumayan..
Jauh dari lumayan sebenernya..
Jauh lebih tenang..

Kadang kesel di suatu tempat (masih harus dipelajari cara ngatasinnya)..
trus nyetir dengan tenang..
Sampai ke tempat baru, keselnya kaya ga kebawa-bawa..

Cukup tarik napas.. atau reaksi apapun sesaat trus.. Ya udah..

Gw juga ga tau sih apa ini cara yang bener atau salah.. Tapi selama membuat gw merasa lebih tenang.. ya udah dipraktekin saja..



Minggu, 25 Maret 2012

Ujian Saringan (tiga lapis) Pikiran..


Sekedar berbagi..
Sebuah cerita mengenai Saringan Pikiran..
Untuk membantu menyaring berita yang perlu diambil atau tidak..
Dari buku Happiness Inside karangan Gobind Vashdev..


Pada zaman Yunani kuno, Socrates adalah seorang terpelajar dan intelektual yang terkenal reputasinya karena pengetahuan dan kebijaksanaannya yang tinggi. Suatu hari seorang pria berjumpa dengan Socrates dan berkata "Tahukah Anda apa yang baru saja saya dengar mengenai salah seorang teman Anda?"

"Tunggu sebentar," jawab Socrates. "Sebelum memberitahukan saya sesuatu, saya ingin Anda melewati sebuah ujian kecil. Ujian tersebut dinamakan Ujian Saringan Tiga Lapis."

"Saringan Tiga Lapis?" tanya pria tersebut.

"Betul," lanjut Socrates. "Sebelumz Anda mengatakan kepada saya mengenai teman saya, merupakan ide yang bagus untuk menyediakan waktu sejenak dan menyaring apa yang akan Anda katakan. Itulah kenapa saya sebut sebagai Ujian Saringan Tiga Lapis."

"Saringan yang pertama adalah KEBENARAN. Sudah pastikan Anda bahwa apa yang akan Anda katakan kepada saya benar?"

"Tidak," kata pria tersebut, "Sesungguhnya saya baru saja mendengarnya dan ingin memberitahukannya kepada Anda."

"Baiklah," jawab Socrates. "Jadi Anda sungguh tidak tahu apakah hal itu benar atau tidak."

"Sekarang mari kita coba saringan kedua yaitu: KEBAIKAN. Apakah yang akan Anda katakan kepada saya mengenai teman saya adalah sesuatu yang baik?"

"Tidak, sebaliknya, mengenai hal yang buruk."

"Jadi," lanjut Socrates, "Anda ingin mengatakan kepada saya sesuatu yang buruk mengenai dia, tetapi Anda tidak yakin kalau itu benar. Anda mungkin masih bisa lulus ujian selanjutnya, yaitu: KEGUNAAN. Apakah apa yang Anda ingin beritahukan kepada saya tentang teman saya tersebut akan berguna buat saya?"

"Tidak, sungguh tidak," lanjut pria tersebut.

"Kalau begitu," simpul Socrates, "Jika apa yang Anda ingin beritahukan kepada saya tidak benar, tidak juga baik, bahkan tidak berguna untuk saya, mengapa Anda ingin menceritakannya kepada saya?"


Minggu, 18 Maret 2012

Cerita Gunung


Seorang anak dan ayahnya sedang berjalan diatas gunung. Tiba tiba, anaknya terjatuh, Dia terluka dan berteriak : "AAAhhhhhhhhhhhhhh!!!!!!!." Tetapi Ia sangat kaget mendengar ada suara pantulan dari gunung sebelah."AAhhhhhhhhhhhhhhh!!!!!!!."

Dengan penuh rasa penasaran, diapun kembali berteriak : "Siapa kamu?" Diapun menerima kembali jawaban yang sama : Siapa kamu?" dan kemudian dia berteriak ke gunung itu: "Saya mengagumimu!" dan suara itupun kembali : "Saya mengagumimu!."

Dengan muka marah pada jawaban itu, dia berteriak : "Penakut" Dia masih menerima jawaban yang sama, "Penakut!."

Dia menatap ayahnya dan bertanya : "Apa yang sedang terjadi?" Ayahnya sembari tersenyum dan berkata : "Sayang, perhatikan." Kembali ayah akan berteriak : "Kamu Juara." Diapun menerima jawaban yang sama : "Kamu Juara."

Anak ini kembali kaget dan tidak mengerti mengapa itu bisa terjadi, kemudian Ayahnya menjelaskan bahwa itulah yang disebut dengan ECHO (Gema suara), tetapi itulah sesungguhnya hidup.

Segalanya akan kembali kepada kita, apa yang kita katakan, apa yang kita lakukan. Hidup kita secara sederhana adalah gambaran dari kelakuan yang kita perbuat.

Jika kamu ingin lebih banyak cinta dalam dunia, maka ciptakanlah Cinta dalam Hatimu.

Jika Kamu ingin lebih berkemampuan dalam timmu, maka tingkatkanlah kemampuanmu.

"Hidup akan memberikan kembali kepadamu, apa yang telah kamu berikan kepadanya. Dalam segala hal.

*diambil dari FB Bunda Maria Perawan Suci tgl 18 Maret 2012*

Sabtu, 17 Maret 2012

A Cold Winter Forecast

It was autumn, and the Red Indians on the reservation asked their New Chief if the winter was going to be cold or mild. Since he was a Red Indian chief in a modern society, he couldn't tell what the weather was going to be. Nevertheless, to be on the safe side, he replied to his tribe that the winter was indeed going to be cold and that the members of the village should collect wood to be prepared.

But also being a practical leader, after several days he got an idea. He went to the phone booth, called the National Weather Service and asked "Is the coming winter going to be cold?" "It looks like this winter is going to be quite cold indeed," the meteorologist at the weather service responded.

So the Chief went back to his people and told them to collect even more wood. A week later, he called the National Weather Service again.
"Is it going to be a very cold winter?"

"Yes," the man from the National Weather Service again replied, "it's definitely going to be a very cold winter."

The Chief again went back to his people and ordered them to collect every scrap of wood they could find.

Two weeks later, he called the National Weather Service again. "Are you absolutely sure that the winter is going to be very cold?"

"Absolutely," the man added. "It's going to be one of the coldest winters ever."

"How can you be so sure?" the Chief asked.
The weatherman replied, "The Red Indians are collecting wood like crazy."

Moral: The influence you have on others can be way beyond what you imagine it to be.

Taken from Stories That Coach: Sampler www.managetrainlearn.com

Jumat, 19 November 2010

All About Fear - quoted from Deepak Chopra's book: Why God is Laughing?



Fear tells many lies but is always believed
If the worst happens, fear will be greatly relieved
On the day you were born fear poisoned your heart
Fear will still be there on the day you depart.

Fear is a liar.

Fear tells you that you aren't safe.
But you are. Thinking that you aren't safe is an illusion.
If you believe in an illusion, you're buying into a lie.


Fear's main tactic is to make illusion seem real.
But imagined pain isn't the same as real pain.
Imagined death isn't real death.


When you give in to fear, you are either projecting into the future or reliving the past.
Here and now, you are safe.
While fear is trying to convince you that it's real, what's really happening is that you lose touch with the present.


Fear is a terrible predictor of the future.
Nothing is as unrealistic as fear, and yet people rely on it over and over again.

Anytime one of your fears comes true, you give fear the credit for having protected you until that moment.
Which only encourages you to spend your whole life anticipating disaster.


Just because something bad happens doesn't prove that your fear was right.
Fear will never stop trying to convince you.
But when you choose to stop being convinced, you'll be fearless.

Fear pushes you to confuse what you imagine with what's real.

Fear spreads everywhere. It even reaches into situation that have nothing to do with you, and every space it seeps into becomes full of danger.



Enjoy! :)
by Hita Karina Riadika Mastra on Friday, November 12, 2010 at 9:04am

Kamis, 05 November 2009

Certain moments repeat themselves..


This page was taken from Warrior of The Light by Paulo Coelho..


A Warrior of the Light knows that certain moments repeat themselves.

He often finds himself faced by the same problems and situations, and seeing difficult situations return, he grows depressed, thinking that he is incapable of making any progress in life.

"I've been through all this before," he says to his heart.

"Yes, you have been through all this before," replies his heart. "But you have never been beyond it."

Then the Warrior of the Light realizes that these repeated experiences have but one aim: to teach him what he does not want to learn.

The Four Forces by Paulo Coelho..

This page was taken from http://paulocoelhoblog.com/warrioroflight/page/3/

The Four Forces
Published on July 22, 2009 in Warrior Of Light.

Father Alan Jones says that building our soul requires Four Invisible Forces, namely love, death, power and time. It is necessary to love because we are loved by God. It is necessary to be conscious of death in order to understand life better. One has to fight in order to grow – but without falling into the trap of the power that we obtain in doing so, because we know that such power is worth nothing. And lastly, it is necessary to accept that our soul – although eternal – is at this moment caught in the web of time, with all its opportunities and limitations.

First Force: Love

Rabbi Iaakov’s wife was always looking for an excuse to argue with her husband. Iaakov never answered her provocations.

Until one night when, during a dinner with some friends, the rabbi had a ferocious argument with his wife to the surprise of all at table.

“What happened?” they asked. “Why did you break your habit of never answering?”

“Because I realized that what bothered my wife most was the fact that I remained silent. Acting in this way, I remained far from her emotions. My reaction was an act of love, and I managed to make her understand that I heard her words.”

Second Force: Death

As soon as he died, Juan found himself in a very beautiful place, surrounded by all the comfort and beauty that he had dreamed of.

A figure dressed in white came up to him and said, “You are entitled to anything you want.”

Enchanted, Juan did everything he had dreamed of during life. After many years of pleasure, he sought out the figure in white. He said that he had experienced everything and that now he needed a little work to make him feel useful.

“That’s the only thing I cannot get for you,” said the figure in white.

“But I’ll spend eternity dying of boredom! I’d much rather be in hell!”

“And where do you think you are?”

Third Force: Power

“I’ve spent a good part of the day thinking about things that I should not think about, desiring things that I should not desire, planning to do things that I should not do.”

The master pointed to a plant and asked the disciple if he knew what it was.

“It’s a belladonna. It can kill you if you eat the leaves. But it can’t kill you just by looking at it. Likewise, negative desires can cause no harm – if you don’t let yourself be seduced by them.”

Fourth Force: Time

A carpenter and his apprentices were traveling through the province of Qi in search of building materials. They saw a giant tree; five men holding hands could not encompass its girth, and its crown reached almost to the clouds.

“Let’s not waste our time with this tree,” said the master carpenter. “It would take us forever to cut it down. If we wanted to make a ship out of that heavy trunk, the ship would sink. If we tried to use it to build a roof, the walls would have to be specially reinforced.”

The group continued on its way. One of the apprentices remarked, “Such a big tree and no use to anyone!”

“That’s where you’re wrong,” said the master carpenter. “The tree was true to its own destiny. If it had been like all the others, we would have cut it down. But because it had the courage to be different, it will remain alive and strong for a long time.”

Jumat, 29 Mei 2009

Chat with God..

Sedikit renungan untuk hari ini.
Please enjoy it !
Have a blessing day ;)

------------------------------

TUHAN : Kamu memanggilKu ?
AKU : MemanggilMu ? Tidak.. Ini siapa ya ?

TUHAN : Ini TUHAN. Aku mendengar doamu. Jadi Aku ingin berbincang-bincang denganmu.
AKU : Ya, saya memang sering berdoa, hanya agar saya merasa lebih baik. Tapi sekarang saya sedang sibuk, sangat sibuk.


TUHAN : Sedang sibuk apa ? Semut juga sibuk.
AKU : Nggak tau ya. Yang pasti saya tidak punya waktu luang sedikit pun. Hidup jadi seperti diburu-buru. Setiap waktu telah menjadi waktu sibuk.

TUHAN : Benar sekali. Aktivitas memberimu kesibukan. Tapi Produktifitas memberimu hasil. Aktifitas memakan waktu, Produktifitas membebaskan waktu.
AKU : Saya mengerti itu. Tapi saya tetap tidak dapat menghindarinya. Sebenarnya, saya tidak mengharapkan Tuhan mengajakku chatting seperti ini.

TUHAN : Aku ingin memecahkan masalahmu dengan waktu, dengan memberimu beberapa petunjuk. Di era internet ini, Aku ingin menggunakan media yang lebih nyaman untukmu daripada sekedar lewat mimpi, misalnya.

AKU : OKE, sekarang beritahu saya, mengapa hidup jadi begitu rumit ?
TUHAN : Berhentilah menganalisa hidup. Jalani saja. Analisalah yang membuatnya jadi rumit.

AKU : Kalau begitu mengapa kami manusia tidak pernah merasa Senang ?
TUHAN : Hari ini adalah hari esok yang kamu khawatirkan kemarin. Kamu merasa khawatir karena kamu menganalisa. Merasa khawatir menjadi kebiasaanmu. Karena itulah kamu tidak pernah merasa senang.

AKU : Tapi bagaimana mungkin kita tidak khawatir jika ada begitu banyak ketidakpastian.
TUHAN : Ketidakpastian itu tidak bisa dihindari. Tapi kekhawatiran adalah sebuah pilihan.

AKU : Tapi, begitu banyak rasa sakit karena ketidakpastian.
TUHAN : Rasa sakit tidak bisa dihindari, tetapi penderitaan adalah sebuah pilihan.

AKU : Jika Penderitaan itu pilihan, mengapa orang baik selalu menderita ?
TUHAN : Intan tidak dapat diasah tanpa gesekan. Emas tidak dapat dimurnikan tanpa api. Orang baik melewati rintangan, tanpa menderita. Dengan pengalaman itu, hidup mereka menjadi lebih baik bukan sebaliknya.

AKU : Maksudnya pengalaman pahit itu berguna?
TUHAN : Ya. Dari segala sisi, pengalaman adalah guru yang keras. Guru pengalaman memberi ujian dulu, baru pemahamannya.

AKU : Tetapi, mengapa kami harus melalui semua ujian itu ? Mengapa kami tidak dapat hidup bebas dari masalah ?
TUHAN : Masalah adalah rintangan yang ditujukan untuk meningkatkan kekuatan mental. Kekuatan dari dalam diri bisa keluar dari perjuangan dan rintangan, bukan dari berleha - leha.

AKU : Sejujurnya ditengah segala persoalan ini, kami tidak tahu kemana harus melangkah.
TUHAN : Jika kamu melihat keluar, maka kamu tidak akan tahu kemana kamu melangkah. Lihatlah ke dalam. Melihat keluar, kamu bermimpi. Melihat ke dalam, kamu terjaga. Mata memberimu penglihatan. Hati memberimu arah.

AKU : Kadang - kadang ketidakberhasilan membuatku menderita. Apa yang dapat saya lakukan ?
TUHAN : Keberhasilan adalah ukuran yang dibuat oleh orang lain. Kepuasan adalah ukuran yang dibuat olehmu sendiri. Mengetahui tujuan perjalanan akan terasa lebih memuaskan daripada mengetahui bahwa kau sedang berjalan. Bekerjalah dengan kompas, biarkan orang lain bekejaran dengan waktu.

AKU : Di dalam saat sulit, bagaimana saya bisa tetap termotivasi ?
TUHAN : Selalulah melihat sudah berapa jauh kamu berjalan, daripada masih berapa jauh kamu harus berjalan. Selalu hitung yang harus kau syukuri, jangan hitung apa yang tidak kau peroleh.

AKU : Apa yang menarik dari manusia ?
TUHAN : Jika menderita, mereka bertanya "Mengapa harus aku ?". Jika mereka bahagia, tidak ada yang pernah bertanya "Mengapa harus aku ?".

AKU : Kadangkala saya bertanya, siapa saya, mengapa saya disini ?
TUHAN : Jangan mencari siapa kamu, tapi tentukanlah ingin menjadi apa kamu. Berhentilah mencari mengapa saya di sini. Ciptakan tujuan itu. Hidup bukanlah proses pencarian, tapi sebuah proses penciptaan.

AKU : Bagaimana saya bisa mendapat yang terbaik dalam hidup ini ?
TUHAN : Hadapilah masa lalu-mu tanpa penyesalan. Peganglah saat ini dengan
keyakinan. Siapkan masa depan tanpa rasa takut.

AKU : Pertanyaan terakhir. Seringkali saya merasa doa-doaku tidak dijawab.
TUHAN : Tidak ada doa yang tidak dijawab. Seringkali jawabannya adalah TIDAK.

AKU : Terima Kasih Tuhan atas chatting yang indah ini.
TUHAN : Oke. Teguhlah dalam iman, dan buanglah rasa takut. Hidup adalah misteri untuk dipecahkan, bukan masalah untuk diselesaikan. Percayalah padaKu. Hidup itu indah jika kamu tahu cara untuk hidup.

Rabu, 27 Mei 2009

Conflict Resolution Tips

Conflict Resolution Tips - How To Deal With Unreasonable People

Sharpen Your Conflict Resolution Skills - What To Do When Someone Makes Unreasonable Demands Of You!

By Anna Johnson

Do you have an unreasonable boss? An unreasonable client? (An unreasonable spouse :) )

You know, someone who makes unreasonable demands of you - like expecting you to produce impossible results in unrealistic timeframes... without the people, time, budget or other necessary resources to deliver those results?

If you do, here's some conflict resolution tips for responding to their unreasonable demands.

It's actually based on some advice I recently gave to a good friend of mine after he came to me wanting to improve his conflict resolution skills.

Basically, my friend is the Chief Technology Officer (CTO) of a growing technology company, who reports directly to the CEO.

Now this CEO happens to habitually make unreasonable -- in fact, outlandish -- demands of his people. So it came as no surprise that he recently asked my friend to (in my friend's words) "fly to the moon... in a rubber dinghy."

My friend was tempted to tell the CEO "no" and that what he wanted was impossible.

A logical response perhaps. But also the type of response that would send the CEO into a spasm! (Like many CEOs, he's not the kind of guy who takes kindly to the word "no.")

But the other problem my friend faced in saying no or it's impossible was that the CEO would never appreciate just how unreasonable his demands were... let alone actually provide my friend with the resources necessary to meet those demands.

So rather than say "no", I advised my friend to take a totally different approach. I encouraged him to say: "Yes, here's what I need..." and then specify all the resources he would need to fulfill the CEO's vision.

Initially, my friend objected, "He's never going to give me the money or the people to do that."

But I reassured him, "that's not your decision. It's his. Your job is to tell him what you need to produce what he wants."

In fact, an unreasonable boss is likely to have one of three reactions to this response:

1. They'll see that what they've asked for is unreasonable, and lower their expectations.

2. They'll somehow give you what you need to do the job.

3. They won't believe you.

And if they don't believe you, they don't trust you - which is a much bigger problem than having a boss or client with unrealistic expectations!

So... next time someone asks YOU to do the impossible, don't say "no." Say, "Yes, here's what I need...". Then explain what YOU need from your boss or client in order to deliver what he or she wants. (Just make sure you're being realistic and reasonable with yourself when you detail what you need from your boss or client!).

from : http://www.howtomanagepeople.com/conflict-resolution-tips.html

Minggu, 17 Agustus 2008

Every One is Number One..

Hmm.. kesendirian yang gua pengen akhirnya bisa gua dapet .. Sendirian untuk berpikir tepatnya.. Di kamar kecil gua, di depan laptop adik gua.. Disela-sela kekonyolan obrolan di plurk.. Gua iseng searching di google tentang motivasi..

Ada sebuah artikel dari Andrie Wongso yang sebenarnya hanya terjemahan sebuah lagu yang dinyanyikan oleh Andy Lau.. Tapi ternyata bagus..
Begini isinya...

Jalanku bukanlah jalanmu, deritaku bukanlah deritamu
Setiap manusia memiliki potensi guna menaklukan segalanya
Airmataku bukan airmatamu, sakitku bukan sakitmu
Langit yang sama, kebanggaan yang berbeda, satu dalam perasaan.

Jangan gelisah dan menistai diri sendiri
Diperlukan ketenangan dan ketegaran
Asalkan mau menerjang ke depan, katakan pada diri sendiri, Aku dilahirkan pasti berguna!

Every one is number one,
Asalkan kau tidak selalu bertanya, mampu atau tidak. Satukan energi, raihlah mimpi di dalam hidupmu untuk menyongsong masa depan dan janganlah menunggu.

Every one is number one,
kunci sukses ada di tanganmu, mau atau tidak
Alirkan keringat yang paling panas, genggamlah hati yang paling tulus
Number one adalah milik setiap orang.

Tanganku bukan tanganmu, mulutku bukan mulutmu
Hanya dibutuhkan sebuah hati, badai dan hujan deras dapat menjadi kawan baik kita.

Janganlah takut dinginnya perjalanan walaupun sampai pada sedikitnya kehangatan yang tersisa. Aku tetap akan menerjang dengan sekuat tenaga.

Everyone is number one! Setiap Orang Adalah Nomer Satu ! Luar biasa!

kutipan dari : http://www.andriewongso.com/awartikel-1741-Artikel_Tetap-Every_One_Is_Number_One

Minggu, 13 April 2008

LATIHAN PENINGKATAN MOTIVASI DIRI

Kebetulan topik yang sedang gencar ada di kepala saya seminggu terakhir ini adalah mengenai Manajemen Kinerja.. Untuk memantapkan pengetahuan saya mengenai Manajemen Kinerja.. Sebuah buku mengenai Evaluasi Kinerja SDM karangan DR. A.A Anwar Prabu Mangkunegara, MSi. yang saya sudah beli dari awal Februari, saya baca kembali.. Di sela-sela pembacan teori-teori tersebut, ada sebuah latihan mengenai Peningkatan Motivasi diri.. Saya pikir tak ada salahnya untuk membagikan tes yang saya nilai lumayan bagus tersebut.. Karena melihat Judul bukunya.. pasti tak akan banyak orang yang membacanya..

Beginilah tes nya..

LATIHAN PENINGKATAN MOTIVASI DIRI
ANALISIS PRIBADI

Bayangkan diri anda pada masa depan, yaitu pada lima tahun yang akan dating. Berapa usia anda pada saat itu? Bagaimana kehidupan anda pada saatt itu? Perubahan-perubahan apa yang kelak akan terjadi pada pribadi anda, lingkungan keluarga dan karir anda pada saat itu? Tentu saja proyeksi ini hanya khayalan saja, tetapi berusahalah se-realistis dan se-objektif mungkin.

Dalam melengkapi proyeksi ini, anda akan diganggu oleh pertanyaan-pertanyaan yang setiap kali akan kembali.

Apakah saya akan menggambarkan masa depan saya seperti yang saya inginkan?
atau
Apakah saya akan menggambarkan masa depan saya seperti apa yang benar-benar saya pikir akan terjadi?

Anda mungkin akan membiarkan kedua factor tersebut di atas terjalin ke dalam jawaban-jawaban anda. Keputusan semacam ini adalah wajar dan yang dikehendaki. Proyeksi ini adalah untuk kepentingan anda.

1. Lima tahun yang akan datang umur saya ?

2. Jabatan saya pada saat itu adalah (sebutkan spesifikasi tertentu)

3. Tanggung jawab saya yang utama pada tahun itu adalah

4. Pada tahun itu, gaji / penghasilan saya per tahun (atau penghasilan keluarga ) adalah

5. Milik saya pribadi yang paling penting / berarti pada tahun ini adalah

6. Tanggung jawab saya terhadap keluarga pada tahun ini adalah

7. Dari pengalaman-pengalaman saya beberapa tahun terakhir ini, yang paling menyenangkan bagi adalah

8. Dari pengalaman-pengalaman saya beberapa tahun terakhir ini, yang telah memberikan rasa keberhasilan pada saya adalah

9. Dalam beberapa tahun terakhir, kejadian-kejadian dramatis (hebat) yang menarik perhatian saya terjadi pada bidang pekerjaan dan / atau dalam masyarakat. Di bawah ini adalah ringkasan secara garis besar, termasuk uraian mengenai bagaimana saya terlibat dalam peristiwa itu.

10. Pelajarilah / lihatlah kembali proyeksi anda lima tahun yang akan datang. Buatlah ringkasan dari bagian-bagian yang menjadikan anda bersedia memberitahukan kepada orang lain dalam suatu diskusi. Cobalah menulis catatan-catatan ringkas di bawah ini, agar anda dapat menjelaskan proyeksi anda pada kelompok kecil dalam waktu lima menit.

Rabu, 21 November 2007

Manajemen Stress

Pada saat memberikan kuliah tentang Manajemen Stress, Stephen Covey mengangkat segelas air dan bertanya kepada para siswanya: "Seberapa berat menurut anda kira segelas air ini?"

Para siswa menjawab mulai dari 200 gr sampai 500 gr. "Ini bukanlah masalah berat absolutnya, tapi tergantung berapa lama anda memegangnya. " kata Covey.

"Jika saya memegangnya selama 1 menit, tidak ada masalah. Jika saya memegangnya selama 1 jam, lengan kanan saya akan sakit. Dan jika saya memegangnya selama 1 hari penuh, mungkin anda harus memanggilkan ambulans untuk saya. Beratnya sebenarnya sama, tapi semakin lama saya memegangnya, maka
bebannya akan semakin berat."

"Jika kita membawa beban kita terus menerus, lambat laun kita tidak akan mampu membawanya lagi. Beban itu akan meningkat beratnya." lanjut Covey. "Apa yang harus kita lakukan adalah meletakkan gelas tersebut, istirahat sejenak sebelum mengangkatnya lagi". Kita harus meninggalkan beban kita secara periodik, agar kita dapat lebih segar & mampu membawanya lagi.

Jadi sebelum pulang ke rumah dari pekerjaan sore ini, tinggalkan beban pekerjaan. Jangan bawa pulang. Beban itu dapat diambil lagi besok. Apapun beban yang ada dipundak anda hari ini, coba tinggalkan sejenak jika bisa. Setelah beristirahat nanti dapat diambil lagi.

Hidup ini singkat, jadi cobalah menikmatinya dan memanfaatkannya. .. Hal terindah dan terbaik di dunia ini tak dapat dilihat, atau disentuh, tapi dapat dirasakan jauh di relung hati kita.

Start the day with smile and have a good day

Don't forget to pray before u start ur day (By Stephen Covey)

Selasa, 13 November 2007

The Little Book of Leadership


Little Book of Leadership Powerpoint


From: PhilDourado, 4 weeks ago





Powerpoint version of the free ebook The Little Book of Leadership, from www.TheLeadershipHub.com . PDF version also available


SlideShare Link

Minggu, 07 Oktober 2007

36 STRATEGI SUN TZU

Bab 1 Strategi untuk Menang

Strategi 1

Perdaya Langit untuk melewati Samudera.

Bergerak di kegelapan dan bayang-bayang, menggunakan tempat-tempat tersembunyi, atau bersembunyi di belakang layar hanya akan menarik kecurigaan. Untuk memperlemah pertahanan musuh anda harus bertindak di tempat terbuka menyembunyikan maksud tersembunyi anda dengan aktivitas biasa sehari-hari.

Strategi 2

Kepung Wei untuk menyelamatkan Zhao.

Ketika musuh terlalu kuat untuk diserang, seranglah sesuatu yang berharga yang dimilikinya. Ketahui bahwa musuh tidak selalu kuat di semua hal. Entah dimana, pasti ada celah di antara senjatanya, kelemahan pasti dapat diserang. Dengan kata lain, anda dapat menyerang sesuatu yang berhubungan atau dianggap berharga oleh musuh untuk melemahkannya secara psikologis.

Strategi 3

Pinjam tangan seseorang untuk membunuh. (Bunuh dengan pisau pinjaman.)

Serang dengan menggunakan kekuatan pihak lain (karena kekuatan yang minim atau tidak ingin menggunakan kekuatan sendiri). Perdaya sekutu untuk menyerang musuh, sogok pegawai musuh untuk menjadi pengkhianat, atau gunakan kekuatan musuh untuk melawan dirinya sendiri.

Strategi 4

Buat musuh kelelahan sambil menghemat tenaga.

Adalah sebuah keuntungan, merencanakan waktu dan tempat pertempuran. Dengan cara ini, anda akan tahu kapan dan di mana pertempuran akan berlangsung, sementara musuh anda tidak. Dorong musuh anda untuk menggunakan tenaga secara sia-sia sambil anda mengumpulkan/menghemat tenaga.
Saat ia lelah dan bingung, anda dapat menyerangnya.

Strategi 5

Gunakan kesempatan saat terjadi kebakaran untuk merampok lainnya.
(Merompak sebuah rumah yang terbakar.)

Saat sebuah negara mengalami konflik internal, ketika terjangkit penyakit dan kelaparan,
ketika korupsi dan kejahatan merajalela, maka ia tidak akan bisa menghadapi ancaman dari luar.
Inilah waktunya untuk menyerang.

Strategi 6

Berpura-pura menyerang dari timur dan menyeranglah dari barat.

Pada tiap pertempuran, elemen dari sebuah kejutan dapat menghasilkan keuntungan ganda. Bahkan ketika berhadapan langsung dengan musuh, kejutan masih dapat digunakan dengan melakukan penyerangan saat mereka lengah. Untuk melakukannya, anda harus membuat perkiraan akan apa yang ada dalam benak musuh melalui sebuah tipu daya.

Bab 2 Strategi Berhadapan dengan Musuh

Strategi 7

Buatlah sesuatu untuk hal kosong.

Anda menggunakan tipu daya yang sama dua kali. Setelah beraksi terhadap tipuan pertama dan – biasanya- kedua, musuh akan ragu-ragu untuk bereaksi pada tipuan yang ketiga. Lantarannya, tipuan ketiga adalah serangan sebenarnya untuk menangkap musuh saat pertahanannya lemah.

Strategi 8

Secara rahasia pergunakan lintasan Chen Chang.
(Perbaiki jalan utama untuk mengambil jalan lain.)
contoh: invasi Sekutu di Normandia dan muslihat
Pas de Calais.

Serang musuh dengan dua kekuatan konvergen.
Yang pertama adalah serangan langsung, sesuatu yang sangat jelas dan membuat musuh mempersiapkan pertahanannya. Yang kedua secara tidak langsung, sebuah serangan yang menakutkan, musuh tidak mengira dan membagi kekuatannya sehingga pada saat-saat terakhir mengalami kebingungan dan kemalangan.

Strategi 9

Pantau api yang terbakar sepanjang sungai.

Tunda untuk memasuki wilayah pertempuran sampai seluruh pihak yang bertikai mengalami kelelahan akibat pertempuran yang terjadi antara mereka. Kemudian serang dengan kekuatan penuh dan habiskan.

Strategi 10

Pisau tersarung dalam senyum.

Puji dan jilat musuh anda. Ketika anda mendapat kepercayaan darinya,
anda bergerak melawannya secara rahasia.

Strategi 11

Pohon kecil berkorban untuk pohon besar.
(Mengorbankan perak untuk mempertahankan emas.)

Ada suatu keadaan dimana anda harus mengorbankan tujuan jangka pendek untuk mendapatkan tujuan jangka panjang. Ini adalah strategi kambing hitam dimana seseorang akan dikorbankan untuk menyelamatkan yang lain.

Strategi 12

Mencuri kambing sepanjang perjalanan
(Ambil kesempatan untuk mencuri kambing.)

Sementara tetap berpegang pada rencana, anda harus cukup fleksibel untuk mengambil keuntungan dari tiap kesempatan yang ada sekecil apapun.

Bab 3 Strategi Penyerangan

Strategi 13

Kagetkan ular dengan memukul rumput di sekitarnya.

Ketika anda tidak mengetahui rencana lawan secara jelas, serang dan pelajari reaksi lawan.
Perilakunya akan membongkar strateginya.

Strategi 14

Pinjam mayat orang lain untuk menghidupkan kembali jiwanya.
(Menghidupkan kembali orang mati.)

Ambil sebuah lembaga, teknologi, atau satu cara yang telah dilupakan atau tidak digunakan lagi dan gunakan untuk kepentingan diri sendiri. Hidupkan kembali sesuatu dari masa lalu dengan memberinya tujuan baru atau terjemahkan kembali, dan bawa ide-ide lama, kebiasaan dan tradisi ke kehidupan sehari-hari.

Strategi 15

Permainkan harimau untuk meninggalkan sarangnya.

Jangan pernah menyerang secara langsung musuh yang memiliki keunggulan akibat posisinya yang baik. Permainkan mereka untuk meninggalkan sarangnya sehingga mereka akan terjauh dari sumber kekuatannya.

Strategi 16

Pada saat menangkap, lepaslah satu orang.

Mangsa yang tersudut biasanya akan menyerang secara membabi buta. Untuk mencegah hal ini, biarkan musuh percaya bahwa masih ada kesempatan untuk bebas. Hasrat mereka untuk menyerang akan teredam dengan keinginan untuk melarikan diri. Ketika pada akhirnya kebebasan yang mereka inginkan tersebut tak terbukti, moral musuh akan jatuh dan mereka akan menyerah tanpa perlawanan.

Strategi 17

Melempar Batu Bata untuk mendapatkan Giok.

Persiapkan sebuah jebakan dan perdaya musuh anda dengan umpan. Dalam perang, umpan adalah ilusi atas sebuah kesempatan untuk memperoleh hasil.
Dalam keseharian, umpan adalah ilusi atas kekayaan, kekuasaan, dan sex.

Strategi 18

Kalahkan musuh dengan menangkap pemimpinnya.

Jika tentara musuh kuat tetapi dipimpin oleh komandan yang mengandalkan uang dan ancaman, maka ambil pemimpinnya. Jika komandan mati atau tertangkap maka sisa pasukannya akan terpecah belah atau akan lari ke pihak anda. Akan tetapi jika pasukan terikat atas sebuah kepercayaan terhadap pimpinannya, maka berhati-hatilah, pasukan akan dapat melanjutkan perlawanan dengan motivasi balas dendam.

Bab 4 Strategi Kaos

Strategi 19

Jauhkan kayu bakar dari tungku masak.
(Lepaskan pegangan kayu dari kapaknya.)

Ketika berhadapan dengan musuh yang sangat kuat untuk menghadapinya secara langsung anda harus melemahkannya dengan meruntuhkan dasarnya dan menyerang sumberdayanya.

Strategi 20

Memancing di air keruh.

Sebelum menghadapi pasukan musuh, buatlah sebuah kekacauan untuk memperlemah persepsi dan pertimbangan mereka. Buatlah sesuatu yang tidak biasa, aneh, dan tak terpikirkan sehingga menimbulkan kecurigaan musuh dan mengacaukan pikirannya. Musuh yang bingung akan lebih mudah untuk diserang.

Strategi 21

Lepaskan kulit serangga.
(Penampakan yang salah menipu musuh.)

Ketika anda dalam keadaan tersudut, dan anda hanya memiliki kesempatan untuk melarikan diri dan harus menyatukan kelompok, buatlah sebuah ilusi. Sementara perhatian musuh terfokus atas muslihat yang anda lakukan, pindahkan pasukan anda secara rahasia di belakang muka anda yang terlihat.

Strategi 22

Tutup pintu untuk menangkap pencuri.

Jika anda memiliki kesempatan untuk menangkap seluruh musuh maka lakukanlah, sehingga dengan demikian pertempuran akan segera berakhir. Membiarkan musuh untuk lepas akan menanam bibit dari konflik baru. Akan tetapi jika mereka berhasil melarikan diri, berhati-hatilah dalam melakukan pengejaran.

Strategi 23

Berteman dengan negara jauh dan serang negara tetangga.

Jamak diketahui bahwa negara yang berbatasan satu sama lain menjadi musuh sementara negara yang terpisah jauh merupakan sekutu yang baik. Ketika anda adalah yang terkuat di sebuah wilayah, ancaman terbesar adalah dari terkuat kedua di wilayah tersebut, bukan dari yang terkuat di wilayah lain.

Strategi 24

Cari lintasan aman untuk menjajah Kerajaan Guo.

Pinjam sumberdaya sekutu untuk menyerang musuh bersama. Sesudah musuh dikalahkan, gunakan sumberdaya tersebut untuk menempatkan sekutu anda pada posisi pertama –untuk diserang-.

Bab 5 Strategi Pendekatan

Strategy 25

Gantikan balok dengan kayu jelek.

Kacaukan formasi musuh, ganggu metod operasinya, ubah aturan-aturan yang digunakannya, buatlah satu hal yang berlawanan dengan latihan standardnya. Dengan cara ini anda telah meruntuhkan tiang-tiang pendukung yang diperlukan oleh musuh dalam membangun pasukan yang efektif.

Strategi 26

Lihat pada pohon marlberi dan ganggu ulatnya.

Untuk mendisiplinkan, mengawal, dan mengingatkan suatu pihak yang status atau posisinya di luar konfrontasi langsung; gunakan analogi atau sindiran. Tanpa langsung menyebut nama, pihak yang tertuduh tidak akan dapat memukul balik tanpa keberpihakan yang jelas.

Strategi 27

Pura-pura menjadi seekor babi untuk memakan harimau.
(Bergaya bodoh.)

Sembunyi di balik topeng ketololan, mabuk, atau gila untuk menciptakan kebingungan atas tujuan dan motivasi anda. Tipu lawan anda ke dalam sikap meremehkan kemampuan anda sampai pada akhirnya terlalu yakin akan diri sendiri sehingga menurunkan level pertahanannya. Pada situasi ini anda dapat menyerangnya.

Strategi 28

Jauhkan tangga ketika musuh telah sampai di atas
(Seberangi sungai dan hancurkan jembatan.)

Dengan umpan dan tipu muslihat mengacah musuh anda ke dalam daerah berbahaya. Kemudian putus jalur komunikasi dan jalan untuk melarikan diri. Untuk menyelamatkan dirinya, dia harus bertarung dengan kekuatan anda dan sekaligus elemen alam.

Strategi 29

Hias pohon dengan bunga palsu.

Menempelkan kembang sutera di atas pohon memberikan sebuah ilusi bahwa pohon tersebut sehat. Dengan menggunakan muslihat dan penyamaran akan membuat sesuatu yang tak berarti tampak berharga; tak mengancam kelihatan berbahaya; bukan apa-apa kelihatan berguna.

Strategi 30

Buat tuan rumah dan tamu bertukar tempat.

Kalahkan musuh dari dalam dengan menyusup ke dalam benteng lawan di bawah muslihat kerjasama, penyerahan diri, atau perjanjian damai. Dengan cara ini anda akan menemukan kelemahan dan kemudian saat pasukan musuh sedang beristirahat, serang secara langsung ke jantung pertahanannya.

Bab 6 Strategi Kalah

Jebakan indah.
(jebakan bujuk rayu, gunakan seorang perempuan untuk menjebak seorang laki-laki.)

Kirim musuh anda perempuan-perempuan cantik yang akan menyebabkan perselisihan di basis pertahanannya. Strategi ini dapat bekerja pada tiga tingkatan. Pertama, penguasa akan terpesona oleh kecantikannya sehingga akan melalaikan tugasnya dan tingkat kewaspadaannya akan menurun. Kedua, para laki-laki akan menunjukkan sikap agresifnya yang akan menyulut perselisihan kecil di antara mereka, menyebabkan lemahnya kerjasama dan jatuhnya semangat. Ketiga, para perempuan akan termotivasi oleh rasa cemburu dan iri, sehingga akan membuat intrik yang pada gilirannya akan semakin memperburuk situasi.

Strategi 32

Kosongkan benteng.
(Perangkap psikologis, benteng yang kosong akan membuat musuh berpikir bahwa benteng tersebut penuh dengan perangkap.)

Ketika musuh kuat dalam segi jumlah dan situasinya tidak menuntungkan bagi diri anda, maka tanggalkan seluruh muslihat militer dan bertindaklah seperti biasa. Jika musuh tidak mengetahui secara pasti situasi anda, tindakan yang tidak biasanya ini akan meningkatkan kewaspadaan. Dengan sebuah keberuntungan, musuh akan mengendorkan serangan.

Strategi 33

Biarkan mata-mata musuh menyebarkan konflik di wilayah pertahanannya.
(Gunakan mata-mata musuh untuk menyebarkan informasi palsu.)

Perlemah kemampuan tempur musuh anda dengan secara diam-diam membuat konflik antara musuh dan teman, sekutu, penasihat, komandan, prajurit, dan rakyatnya. Sementara ia sibuk untuk menyelesaikan konflik internalnya, kemampuan tempur dan bertahannya akan melemah.

Strategi 34

Lukai diri sendiri untuk mendapatkan kepercayaan musuh.
(Masuk pada jebakan; jadilah umpan.)

Berpura-pura terluka akan mengakibatkan dua kemungkinan. Kemungkinan pertama, musuh akan bersantai sejenak oleh karena dia tidak melihat anda sebagai sebuah ancaman serius. Yang kedua adalah jalan untuk menjilat musuh anda dengan berpura-pura luka oleh sebab musuh merasa aman.

Strategi 35

Ikat seluruh kapal musuh secara bersamaan
(Jangan pernah bergantung pada satu strategi.)

Dalam hal-hal penting, seseorang harus menggunakan beberapa strategi yang dijalankan secara simultan. Tetap berpegang pada rencana berbeza-beza yang dijalankan pada sebuah skema besar; dengan cara ini, jika satu strategi gagal, anda masih memiliki beberapa strategi untuk tetap maju.

Strategi 36

Selain dari semua hal di atas, salah satu yang paling dikenal adalah strategi ke 36:
lari untuk bertempur di lain waktu. Hal ini diabadikan dalam bentuk peribahasa Cina:

“Jika seluruhnya gagal, mundur” - Jika keadaannya jelas bahwa seluruh rencana aksi anda akan mengalami kegagalan, mundurlah dan persatukan pasukan. Ketika pihak anda mengalami kekalahan hanya ada tiga pilihan: menyerah, kompromi, atau melarikan diri. Menyerah adalah kekalahan total, kompromi adalah setengah kalah, tapi melarikan diri bukanlah sebuah kekalahan.
Selama anda tidak kalah, anda masih memiliki sebuah kesempatan untuk menang!

Sabtu, 29 September 2007

Seven Habits of Highly Confident People

"Percaya diri itu skill, konsep dan paradigma. Bukan hanya bisa dirasakan, akan tetapi juga bisa dipahami dan bisa dipelajari."
Ikhwan Sopa -Trainer


Disarikan dari dunia nyata.

Para pakar dalam bidang manajemen, leadership, motivasi, enterpreneurship, dan tentu saja komunikasi, telah lama terganggu oleh sebuah pertanyaan yang amat menggelitik. Pertanyaan itu adalah,

"Apa jadinya jika Anda punya target, dan Anda tahu bahwa Anda tidak mungkin gagal mencapainya?"

Dapat menjawab pertanyaan itu dengan seyakin-yakinnya, tentulah sesuatu yang amat menggembirakan bagi siapa saja.

Apa yang sebenarnya menentukan jarak antara Anda dan target Anda?

Jarak itu ditentukan oleh beliefs, alias berbagai keyakinan yang Anda pegang dan melekat pada jati diri Anda. Perhatikanlah bahwa semua keyakinan itu berfokus pada diri sendiri. Dengan kata lain, jarak antara Anda dan target Anda, ditentukan oleh rasa percaya diri Anda. Makin Anda percaya diri, maka Anda makin mendekati target Anda.

Orang yang sukses, dijamin pasti percaya diri. Dan ketahuilah, untuk mencapai sukses, Anda juga memerlukan rasa percaya diri. Maka, tingkatkanlah selalu rasa percaya diri Anda, agar meningkat pula sukses Anda.

Ada banyak cara untuk mencapai tingkat yang lebih baik dalam rasa percaya diri. Dari manakah Anda harus memulainya?

Status yang lebih baik dalam rasa percaya diri, bisa diperoleh dengan mencapai rasa percaya diri yang lebih baik dalam berkomunikasi. Mengapa? Karena Anda adalah makhluk komunikasi.

1. Anda berkomunikasi secara eksternal dengan orang lain, untuk bekerja sama dan saling mendukung guna mencapai kesuksesan. Efektifitas Anda, tergantung pada bagaimana Anda mengkomunikasikan segalanya. Ingatkah Anda, bahwa sebagian besar konflik muncul karena miscommunication? Lupakah Anda, bahwa kesuksesan kerjasama berawal dari kesepahaman? Dari situlah inspirasi istilah MOU dilahirkan.

2. Anda berkomunikasi secara internal untuk melakukan pembenahan dalam beliefs sistem, self esteem, self affirmation, self aspirations, self tuning up, dan mind setup, sehingga Anda bisa mendapatkan mind setting yang tepat. Mind setting yang tepat adalah kunci stamina Anda. Mind setting adalah bekal mutlak Anda.

Jika Anda berhasil menggapainya, maka Anda akan mencapai tingkat percaya diri yang lebih baik dalam keseluruhan hidup Anda. Itu sebabnya, orang yang lebih percaya diri dalam berkomunikasi, cenderung lebih sukses dalam apapun yang ia jalani dan kerjakan.

Berikut ini adalah tujuh kebiasaan, yang menjadi karakteristik dari orang-orang yang percaya diri dalam berkomunikasi. Semua karakteristik ini, identik dengan karakteristik dari orang-orang yang besar dan sukses.

KEBIASAAN 1:
SELALU BENAR-BENAR MERASAKAN RASA PERCAYA DIRI


Sesuai istilahnya, rasa percaya diri adalah tentang perasaan Anda terhadap keseluruhan diri Anda. Anda bisa merasakan emosi Anda, pikiran Anda, perkataan Anda, perbuatan Anda dan gejala fisik pada diri Anda. Rasa percaya diri adalah sebuah fenomena yang holistik dan integral. Kondisi ini, akan dicapai sejalan dengan makin efektifnya seseorang berkomunikasi secara internal. Berkomunikasi dengan dirinya sendiri.

Jika Anda berpikir bahwa Anda telah percaya diri, maka itu belum sepenuhnya percaya diri. Sebab itu baru percaya diri dalam bentuk wawasan. Rasa percaya diri yang baru di tingkat kognitif. Bagaimanakah orang lain bisa mendukung Anda, di dalam ketidaktahuan mereka tentang integritas dan kompetensi Anda, jika Anda tidak pandai dalam mengkomunikasikan pikiran Anda?

Jika Anda telah percaya diri di dalam perkataan, tapi Anda melakukannya dengan deg-degan atau dengan tangan yang gemetaran, Anda jelas tidak akan menyakinkan. Bagaimana orang bisa meyakini Anda, sementara Anda begitu jelas terlihat tidak percaya diri? Bagaimana orang bisa menyerahkan urusannya kepada Anda, jika Anda sendiri menunjukkan keragu-raguan akan hasil akhirnya?

Jika Anda telah merasa percaya diri, akan tetapi Anda lebih banyak diam pada saat mestinya tidak diam, maka Anda akan kesulitan. Bagaimanakah orang-orang di sekitar Anda akan memahami visi dan misi Anda? Apa yang bisa mereka lakukan dalam ketidakpahaman mereka? Maka, Anda haruslah pandai dalam menyampaikannya.

Jika Anda telah percaya diri secara holistik dan integral, maka Anda memang benar-benar merasakan percaya diri itu secara menyeluruh. Anda akan terlihat percaya diri, dan orang lain akan melihat bahwa Anda percaya diri. Anda merasa percaya diri, dan orang lain akan merasakan bahwa Anda percaya diri. Efeknya, Anda akan membuat orang lain menjadi ikut percaya diri. Rasa percaya diri, adalah salah satu "penyakit" yang paling menular.

Dengan percaya diri yang terstruktur dan tersistematis, Anda akan menebar aura rasa percaya diri ke sekitar Anda.

Cobalah Anda mengeluh kepada orang-orang di sekitar Anda, dan tunjukkan bagaimana Anda tidak percaya diri menghadapi masa depan perusahaan. Lalu, lihatlah efeknya pada performa semua orang di sekitar Anda. Buruk.

KEBIASAAN 2:
SELALU MAMPU MENURUNKAN TINGKAT FEAR DAN ANXIETY SECARA DRASTIS


Bagi diri Anda sendiri, rasa percaya diri yang lebih baik, akan memudahkan perjalanan Anda yang penuh dengan kendala dan hambatan. Dengan rasa percaya diri yang lebih baik, Anda akan dengan mudah menurunkan tingkat keragu-raguan ke titik minimum.

Ibarat pelumas, rasa percaya diri akan membuat perjalanan Anda mulus, smooth dan enjoyable. Anda tenang, Anda senang dan Anda bisa menikmati perjalanan menuju sukses Anda. Anda, bisa tetap berjalan dengan tingkat kekhawatiran yang rendah. Berbagai risiko Anda, juga akan semakin rendah. Sebab, sebagian besar dari risiko yang akan Anda hadapi, tidak lebih dan tidak kurang hanyalah persoalan persepsi. Dan resep terbaik untuk salah persepsi, hanyalah rasa percaya diri.

Bagi orang lain, Anda yang penuh rasa percaya diri akan menjadi oase penyegar jiwa yang tak akan ada habisnya. Andalah contoh stamina. Andalah yang akan menjadi tempat mereka untuk mengadu. Kepada Andalah, mereka akan mencari solusi. Kepada Anda mereka akan meminta nasehat. Andalah pemimpin yang menjadi obat. Andalah teman yang menjadi penyelamat. Anda akan menjadi inspirator dan motivator.

Saat orang-orang di sekitar Anda merasa was-was, apa yang perlu mereka lakukan untuk menghilangkan itu semua, hanyalah menatap wajah Anda, mendengarkan bicara Anda, dan melihat bagaimana Anda bekerja. Mereka akan segera berbaris rapi di belakang Anda.

Andalah sang pemimpin yang punya kharisma.

Jika Anda memang pemimpin, maka salah satu tugas terpenting Anda, adalah menularkan semua keahlian dan pengalaman Anda, agar orang di sekitar Anda bisa meneruskan jejak langkah Anda. Anda hanya bisa menjalankan tugas besar itu, jika Anda telah sampai pada tingkatan, yang mampu menghadapi segala bentuk fear dan anxiety. Jika Anda feared, orang Anda akan lebih feared. Jika Anda anxious, maka orang Anda akan lebih anxious.

Dengan mencapai tingkat yang lebih baik dalam rasa percaya diri, Anda akan menjadi orang yang "almugada" bagi mereka. Ya, almugada, apa lu mau gua ada. Andalah jawaban dari setiap keragu-raguan. Andalah kamus berjalan untuk segala referensi menghadapi kekhawatiran.

Dengan mencapai tingkatan itu, Anda sudah bisa menapaki anak tangga yang berikutnya. Anak tangga yang akan membawa Anda ke puncak sukses Anda.

KEBIASAAN 3:
SELALU MAMPU MENGATUR DAN MERUBAH PARADIGMA


Jika Anda lebih percaya diri, maka Anda akan lebih mudah memperbaiki dan meluruskan berbagai paradigma di dalam diri Anda. Anda akan lebih mudah menjadi orang yang sukses. Sebab, Anda punya kekayaan paradigma.

Paradigma Anda yang mendasar adalah paradigma tentang berkomunikasi dan menjalani hidup. Jika Anda percaya diri, maka Anda akan lebih bisa menerima pelurusan dan perbaikan paradigma, yang sebenarnya selalu datang kepada Anda dengan sangat setia.

Dengan kekayaan paradigma, Anda akan lebih mudah dalam meng-encoding dan men-decoding berbagai pesan dari lingkungan bisnis, sosial, dan pribadi Anda. Ingatlah bahwa segala hal, adalah tentang memberi dan menerima. Dan ketahuilah, keduanya adalah fenomena khas dalam berkomunikasi.

Dengan fleksibilitas yang lebih baik saat menunggangi paradigma, dan Anda akan lebih reseptif, dan Anda akan open minded.

Dengan fleksibilitas semacam itu, Anda akan lebih efisien dengan umur Anda. Dengan open minded, Anda akan pandai dalam mengambil hikmah dari berbagai peristiwa dan fenomena. Anda akan bergerak dengan sangat cepat, tanpa ketinggalan memetik berbagai hikmat dan manfaat. Anda akan lebih mudah menerima segala sesuatu, apa adanya.

Anda bisa melakukannya, jika rasa percaya diri Anda telah menjadi konsep dan kerangka kerja.

(Ya! Pahamilah mulai sekarang, bahwa percaya diri adalah skill, konsep, dan paradigma. Dengan begitu, ia bisa dipelajari dan diasah. Ia punya struktur, dan ia punya bentuk yang nyata. Selama ini, Anda mungkin masih belum melihatnya, dan kemudian meraihnya sejalan dengan proses alamiah karir Anda. Menjadi supervisor, Anda mulai merasa percaya diri. Menjadi manager, percaya diri Anda naik lagi. Menjadi direktur, percaya diri Anda bertambah lagi. Tahukan Anda? Rasa percaya diri Anda bisa melesat ratusan kilometer ke depan, bahkan di saat Anda masih menjadi pegawai biasa! Dan ketahuilah, ialah yang akan menjadi lokomotif Anda. Dan tarikannya, luar biasa!)

Jika rasa percaya diri Anda telah menjadi sebuah paradigma, maka apa yang ada pada Anda, bukanlah rasa percaya diri yang semata-mata alamiah, bukan pula rasa percaya diri yang tradisional. Bukan rasa percaya diri yang hanya tumbuh dengan mendompleng bertambahnya kekayaan dan kekuasaan.

Rasa percaya diri sebagai paradigma, adalah rasa percaya diri yang telah menjadi conceptual framework bagi Anda. Rasa percaya diri yang telah jauh di depan, yang lebih dekat lagi pada kenyataan kesuksesan. Jauh, jauh lebih dekat daripada jarak antara fisik Anda dan target Anda.

Itu sebabnya, Stephen Covey di dalam Seven Habits mengatakan, "communication is the most important skill in life."

Komunikasi, adalah pintu masuk untuk menuju kekayaan akan paradigma. Lebih percaya diri berkomunikasi, punya arti bahwa Anda telah membuka pintu itu lebar-lebar. Untuk paradigma yang masuk, dan untuk paradigma yang keluar.

Dengannya, Anda juga akan menikmati kemudahan dalam menularkan berbagai paradigma, kepada orang-orang di sekitar Anda. Sebab, Anda tidak lagi berkacamata kuda. Anda telah terbuka dalam memberi dan menerima. Bukankah itu, yang menjadi kenyamanan paling berharga bagi mereka?

KEBIASAAN 4:
SELALU MAMPU MENCAPAI "I CAN DO" ATTITUDE DAN "I'M THE BEST" ATTITUDE


Dengan rasa percaya diri yang lebih baik, Anda akan selalu bisa mengatakan dua hal penting untuk sukses Anda:

a. I can do it.
b. I'm the best to do it.

Bagi diri Anda sendiri, Anda akan mampu melakukan apapun yang Anda inginkan. Hanya satu hal yang Anda pahami, yaitu bahwa batasannya hanyalah kemanusiaan Anda. Anda akan selalu bisa mengatakan "Saya bisa!", dengan akurasi yang tepat dalam mengkomunikasikannya ke dalam jiwa. Jika otak Anda penuh dengan keraguan, jiwa Anda juga akan meragukan. Akibatnya, diri Anda sendiri pun tak lagi percaya pada Anda. Inilah, yang disebut dengan "rasa tidak percaya diri". Diri yang tak percaya pada diri sendiri. Hasil akhirnya, tentu saja "saya tidak bisa" dan "saya bukan yang terbaik".

Dengan rasa percaya diri yang lebih baik, Anda bisa menjadikan dua sikap positif itu, sebagai penyakit yang paling menular. Seperti semangat yang juga sama menularnya, dua sikap ini adalah sikap mendasar yang perlu Anda tularkan kepada siapapun orang di sekitar Anda. Hanya dengan begitu, Anda benar-benar akan mencapai impian dan harapan Anda.

Anda bisa melakukannya, hanya jika Anda pandai dalam menyampaikan "how" dan "why" berkaitan dengan kedua sikap itu. Anda akan bisa, hanya jika Anda makin piawai dalam mengkomunikasikannya. Sebab banyak sekali hal, bukanlah tentang "apa" melainkan tentang "bagaimana".

KEBIASAAN 5:
SELALU MAMPU MEMAHAMI DAN MEMANAGE KENDALA DAN HAMBATAN


Dengan rasa percaya diri yang lebih baik, untuk setiap kendala dan hambatan yang muncul di hadapan Anda, Anda akan dapat memahami dan memanagenya dengan lebih baik. Anda tidak larut pada kekhawatiran, Anda juga tidak akan surut dalam perjalanan, dan Anda tidak akan tenggelam dalam kesulitan.

Keberadaan semua kendala, hambatan dan kesulitan, akan menjadi bagian hidup yang dapat Anda terima dengan lapang dada. Dengan kelapangan itu, pikiran Anda lebih jernih. Maka Anda, akan lebih kreatif.

Anda akan bisa menstrukturkan berbagai hal yang menjadi kendala, hambatan dan kesulitan. Anda akan memahaminya dengan pemahaman yang berorientasi pada kesuksesan. Anda tidak akan mencampuradukkan berbagai isu. Anda tidak akan menumbuhkan berbagai kontradiksi. Anda sistematis, dan Anda terstruktur. Anda pandai memilah, dan Anda pandai memilih.

Anda akhirnya, akan menemukan jalan.

KEBIASAAN 6:
SELALU MANDIRI DAN SELF SUSTAIN DALAM MEMELIHARA SISTEM NILAI


Dengan kekayaan dalam wawasan dan cara pandang, dengan fleksibilitas yang tinggi dalam memegang paradigma, yang lahir dari rasa percaya diri yang lebih baik, Anda akan menjadi orang yang lebih mampu dalam menjaga orientasi dan sasaran. Anda menjadi manusia "turn around".

Anda akan punya banyak cara untuk tetap fokus pada tujuan. Anda tidak akan melenceng dari rel. Anda akan awas terhadap berbagai penyimpangan. Anda akan selalu aware terhadap potensi threats dan weaknesses. Anda tahu bagaimana menghindari atau menghadapinya. Anda paham apa yang menjadi strengths, dan Anda pandai dalam melihat opportunities. Anda paham, bagaimana memanfaatkannya.

Anda, akan menjadi orang yang mandiri.

Why? Sebab falsafah SWOT Analysis, adalah tentang berbagai fenomena yang berorientasi pada diri sendiri. Saat Anda berbicara tentang SWOT, percayalah bahwa Anda sebenarnya sedang berbicara tentang PD.

KEBIASAAN 7:
SELALU MEMILIKI DUKUNGAN MORAL YANG LEBIH BAIK


Jika Anda terbiasa mendapatkan dukungan moral dari orang-orang di sekitar Anda, maka dengan rasa percaya diri yang lebih baik, Anda akan mendapatkan dukungan moral dalam bentuk yang paling baik. Yaitu, dukungan moral dari dalam diri sendiri.

Apa lagi, yang bisa melebihi dukungan moral semacam itu?

KESIMPULAN

Ada banyak gambaran fakta, yang menunjukkan betapa dekatnya Anda dengan target Anda, jika Anda bisa meningkatkan rasa percaya diri Anda ke tingkatan yang lebih baik. Dari rasa percaya diri yang tradisional, alamiah atau bahkan primitif, atau sambil lalu, menjadi rasa percaya diri yang integral dan holistik. Menjadi rasa percaya diri yang telah menjadi bagian dari keseluruhan diri Anda. Menjadi rasa percaya diri yang telah menjadi conceptual framework bagi Anda. Menjadi rasa percaya diri yang telah menjadi paradigma. Pintunya, adalah percaya diri dalam berkomunikasi.