Sabtu, 06 Juni 2009

Lelah..

Sendiri.. di kamar kecil ini..
Memikirkan kematian..
pengkhianatan..
kecemburuan..
dan kebencian..

Gelap kamar ini..
Meneteskan air mata..
keputus asaan..
kehancuran..

Semua kata bijak berlalu tanpa jejak..
Motivasi hanya wacana..
Masih haruskah kujalani hidup ini..

Berat rasanya untuk bergerak..
Sulit rasanya untuk berpikir..

Semuanya seakan rumit.. seakan berat..
Dan semua terasa semu..

Seakan tidak ingin berharap apa-apa lagi..
Harapan itu..
Mimpi itu..
terkubur dengan tenang dalam putus asa..

Aku lelah..

Jumat, 29 Mei 2009

Chat with God..

Sedikit renungan untuk hari ini.
Please enjoy it !
Have a blessing day ;)

------------------------------

TUHAN : Kamu memanggilKu ?
AKU : MemanggilMu ? Tidak.. Ini siapa ya ?

TUHAN : Ini TUHAN. Aku mendengar doamu. Jadi Aku ingin berbincang-bincang denganmu.
AKU : Ya, saya memang sering berdoa, hanya agar saya merasa lebih baik. Tapi sekarang saya sedang sibuk, sangat sibuk.


TUHAN : Sedang sibuk apa ? Semut juga sibuk.
AKU : Nggak tau ya. Yang pasti saya tidak punya waktu luang sedikit pun. Hidup jadi seperti diburu-buru. Setiap waktu telah menjadi waktu sibuk.

TUHAN : Benar sekali. Aktivitas memberimu kesibukan. Tapi Produktifitas memberimu hasil. Aktifitas memakan waktu, Produktifitas membebaskan waktu.
AKU : Saya mengerti itu. Tapi saya tetap tidak dapat menghindarinya. Sebenarnya, saya tidak mengharapkan Tuhan mengajakku chatting seperti ini.

TUHAN : Aku ingin memecahkan masalahmu dengan waktu, dengan memberimu beberapa petunjuk. Di era internet ini, Aku ingin menggunakan media yang lebih nyaman untukmu daripada sekedar lewat mimpi, misalnya.

AKU : OKE, sekarang beritahu saya, mengapa hidup jadi begitu rumit ?
TUHAN : Berhentilah menganalisa hidup. Jalani saja. Analisalah yang membuatnya jadi rumit.

AKU : Kalau begitu mengapa kami manusia tidak pernah merasa Senang ?
TUHAN : Hari ini adalah hari esok yang kamu khawatirkan kemarin. Kamu merasa khawatir karena kamu menganalisa. Merasa khawatir menjadi kebiasaanmu. Karena itulah kamu tidak pernah merasa senang.

AKU : Tapi bagaimana mungkin kita tidak khawatir jika ada begitu banyak ketidakpastian.
TUHAN : Ketidakpastian itu tidak bisa dihindari. Tapi kekhawatiran adalah sebuah pilihan.

AKU : Tapi, begitu banyak rasa sakit karena ketidakpastian.
TUHAN : Rasa sakit tidak bisa dihindari, tetapi penderitaan adalah sebuah pilihan.

AKU : Jika Penderitaan itu pilihan, mengapa orang baik selalu menderita ?
TUHAN : Intan tidak dapat diasah tanpa gesekan. Emas tidak dapat dimurnikan tanpa api. Orang baik melewati rintangan, tanpa menderita. Dengan pengalaman itu, hidup mereka menjadi lebih baik bukan sebaliknya.

AKU : Maksudnya pengalaman pahit itu berguna?
TUHAN : Ya. Dari segala sisi, pengalaman adalah guru yang keras. Guru pengalaman memberi ujian dulu, baru pemahamannya.

AKU : Tetapi, mengapa kami harus melalui semua ujian itu ? Mengapa kami tidak dapat hidup bebas dari masalah ?
TUHAN : Masalah adalah rintangan yang ditujukan untuk meningkatkan kekuatan mental. Kekuatan dari dalam diri bisa keluar dari perjuangan dan rintangan, bukan dari berleha - leha.

AKU : Sejujurnya ditengah segala persoalan ini, kami tidak tahu kemana harus melangkah.
TUHAN : Jika kamu melihat keluar, maka kamu tidak akan tahu kemana kamu melangkah. Lihatlah ke dalam. Melihat keluar, kamu bermimpi. Melihat ke dalam, kamu terjaga. Mata memberimu penglihatan. Hati memberimu arah.

AKU : Kadang - kadang ketidakberhasilan membuatku menderita. Apa yang dapat saya lakukan ?
TUHAN : Keberhasilan adalah ukuran yang dibuat oleh orang lain. Kepuasan adalah ukuran yang dibuat olehmu sendiri. Mengetahui tujuan perjalanan akan terasa lebih memuaskan daripada mengetahui bahwa kau sedang berjalan. Bekerjalah dengan kompas, biarkan orang lain bekejaran dengan waktu.

AKU : Di dalam saat sulit, bagaimana saya bisa tetap termotivasi ?
TUHAN : Selalulah melihat sudah berapa jauh kamu berjalan, daripada masih berapa jauh kamu harus berjalan. Selalu hitung yang harus kau syukuri, jangan hitung apa yang tidak kau peroleh.

AKU : Apa yang menarik dari manusia ?
TUHAN : Jika menderita, mereka bertanya "Mengapa harus aku ?". Jika mereka bahagia, tidak ada yang pernah bertanya "Mengapa harus aku ?".

AKU : Kadangkala saya bertanya, siapa saya, mengapa saya disini ?
TUHAN : Jangan mencari siapa kamu, tapi tentukanlah ingin menjadi apa kamu. Berhentilah mencari mengapa saya di sini. Ciptakan tujuan itu. Hidup bukanlah proses pencarian, tapi sebuah proses penciptaan.

AKU : Bagaimana saya bisa mendapat yang terbaik dalam hidup ini ?
TUHAN : Hadapilah masa lalu-mu tanpa penyesalan. Peganglah saat ini dengan
keyakinan. Siapkan masa depan tanpa rasa takut.

AKU : Pertanyaan terakhir. Seringkali saya merasa doa-doaku tidak dijawab.
TUHAN : Tidak ada doa yang tidak dijawab. Seringkali jawabannya adalah TIDAK.

AKU : Terima Kasih Tuhan atas chatting yang indah ini.
TUHAN : Oke. Teguhlah dalam iman, dan buanglah rasa takut. Hidup adalah misteri untuk dipecahkan, bukan masalah untuk diselesaikan. Percayalah padaKu. Hidup itu indah jika kamu tahu cara untuk hidup.

Rabu, 27 Mei 2009

Coaching Employees

Coaching Employees - Why You Should Be A Career Coach, Not Just A Manager

How To Coach Your Employees To Reach Their True Potential... and Achieve Greater Productivity, Better Results and Higher Morale

By Anna Johnson

As an outstanding manager, you won't just "manage" people; you'll also assist the members of your team develop to their true potential.

Coaching employees means helping team members utilize their talents, develop new skills and knowledge, overcome fresh challenges, become more and more productive, become happier, and in all respects grow as employees and people.

To fulfill these responsibilities you'll need to develop coaching -- as well as -- managing skills.

The essence of being a coach is to help someone reach beyond his or her own perceived limitations and achieve his or her full potential. (I'll now interchange the male and female pronouns for the purpose of readability.)

Unlike other aspects of managing, when you coach someone, you are focused on her as a person, not on the task or tasks you want her to complete.

You have many "tools" to accomplish this. You can give advice and direction -- on the individual's career (career coaching), on how to complete certain tasks, on how to work within the political framework of the organization, and so on. For the most part, however, coaching employees involves prompting the person -- asking questions -- to help the "coachee" discover her own answers.

You may coach via your regular, day-to-day, interactions with your staff as well as during your more formal meetings (including the performance appraisal).

Ideally, however, you will schedule some specific coaching sessions with each team member. These aren't for giving feedback or for appraising her performance; they're for coaching. During these meetings -- which may last for 30 to 60 minutes -- you'll ask some questions and let your employee do most of the talking. Your aim is to find out if she has any specific goals or challenges, and help her find a way to overcome them.

You might kick off a coaching session by explaining how coaching works. Then you might ask the employee what she would like to be coached about. She might have a problem working with someone else, or she might want to know how she can get promoted faster, or she might want to change roles. (If that's the case, relax. Remember, you want the best people working for you, not people who want to be somewhere else!).

Your next question may be to ask her what outcomes she wants. After she answers -- and remember to give her as much time as she needs to do so -- your next question might be about the difficulties or challenges she perceives in pursuing those outcomes.

You might then ask, "How can you overcome those difficulties?" in order to prompt her to work out her own solutions. Of course, she might be looking for answers from you at this point... and although there is a place for giving her advice... ideally she will come up with her own ideas.

Finally, you might ask your employee to give you her "game plan" for overcoming the problem or achieving the goal, ensuring that she has covered off all possible roadblocks to her success.

Coaching employees can also be performed on a more informal basis. In fact, all "feedback opportunities" are coaching opportunities.

For example, if someone hasn't performed a task very well, he will learn where he went wrong and how to work better next time if you coach him through the problem rather than simply tell him what he did badly.

Instead of saying "You should have done this..." "You should have done that..." you might ask him lots of "what" and "how" questions like, "what went wrong" and "how would you do this next time?"

There are also situations where you may wish to engage a professional coach -- from within or outside your company (as the case may be) -- to work with members of your team. For instance, engage a career coach if they want to make dramatic and difficult changes in their working lives... or you think they need an outside perspective... or you want them to have coaching on a more regular basis than what you can provide...

There are no special qualifications required to be a coach, so it's critical for you to select one carefully. In particular, look for someone who specializes in coaching executives and who has been through a rigorous and highly regarded training program.

Incorporate coaching employees into your role as a manager and you're almost certain to develop a closer relationship with your staff that leads to greater productivity, better results and higher morale.

From : http://www.howtomanagepeople.com/coaching-employees.html